Manusia Transparan, Komentar Sosial dari Liu Bolin

Manusia Transparan, Komentar Sosial dari Liu Bolin   – Seni bisa menjadi banyak hal, mulai dari mengekspresikan diri hingga menjadi sebuah medium untuk memprotes masalah sosial dan pemerintahan.

Demikian juga yang dilakukan oleh Liu Bolin, seorang seniman asal Tiongkok. Demi memprotes tentang dibongkarnya desa untuk para artis di Tiongkok, yaitu Suo Jia Cun, pada November 2005 oleh pemerintah, Liu Bolin pun melancarkan aksinya dengan sederet karya yang disebut “Hiding in the City.

Liu Bolin adalah satu dari sekian banyak artis yang menggunakan seni sebagai medium untuk mengekspresikan diri, dan dengan tegas namun halus mengomentari berbagai masalah sosial yang ada di banyak tempat.

Seniman yang telah melanglang buana

Liu Bolin sendiri lahir di Provinsi Shandong di Tiongkok pada 7 Januari 1973. Setelah mendapatkan gelar Sarjana Seni di Shandong College of Arts, dan gelar Master di Central Academy of Fine Arts di Beijing, hingga sekarang dia telah berkeliling dunia memamerkan berbagai karyanya. Berawal dari pameran di tahun 1998 di Beijing, Liu telah berkeliling ke Galerie Bertin-Toublanc di Paris, Klein Sun Gallery di New York, Forma Foundation for Photography di Milan, dll.

Seri “hiding in the city

Karyanya ini merupakan karyanya yang paling dikenal. Di sini, Liu menggunakan badannya sebagai kanvas, melukis dirinya sendiri sesuai dengan latar belakang berbagai tempat di Beijing. Liu pun lalu akan berdiri di depan tempat yang telah dipilihnya, dengan tubuh yang sudah dicat sesuai tempatnya berdiri, sehingga sekilas Anda tidak akan bisa melihat dirinya yang nyaris menjadi satu dengan sekelilingnya, bagaikan seekor bunglon.

Liu mengharapkan, dengan menggunakan badannya sendiri sebagai medium untuk Invisible Art ini, pesannya akan bisa tercapai. Dia memprotes tentang kurangnya perlindungan terhadap para artis dari pemerintah mereka sendiri, dan bagaimana seorang seniman di Tiongkok harus menjaga status sosial mereka, meskipun mereka sendiri mempunyai banyak masalah dengan lingkungan sekitarnya.

Menjangkau tempat lain

Setelah melakukan karyanya yang terkenal tersebut, Liu Bolin melanjutkannya dengan konsep yang serupa di kota New York dan Venice. Dia memilih Venice lantaran hubungannya yang sangat erat dengan tradisi seni di dunia Barat, dan New York sebagai komentar sosial tentang konflik antara manusia dan juga obyek yang telah mereka ciptakan.

 

Baca Juga : Penemuan Stonehenge di Danau Michigan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cara dan Ragam © 2017 Frontier Theme