Samudera Tersembunyi di Perut Bumi

Samudera Tersembunyi di Perut Bumi – Samudra atau dalam bahasa sansekerta berarti lautan adalah laut yang luas yang sambung menyambung mengelilingi bumi. Di bumi, terdapat 5 samudra yaitu Samudra Antartika atau Lautan Selatan, Samudra Arktik, Samudra Atlantik, Samudera Hindia dan Samudra Pasifik atau Lautan Teduk. Namun, terdapat penemuan yang mengejutkan yaitu terdapatnya samudera besar yang ada di perut bumi.

Penemu dari samudra raksasa tersebut bernama Michael Wysession yang merupakan seismologis yang berasal dari Washington University, St Louis dan Jesse Lawrence yang merupakan mantan mahasiswanya dan bersekolah di University of California, San Diego. Samudra raksasa tersebut berada di bawah perut bumi di Asia bagian timur yang datanya diambil dari catatan gelombang yang dihasilkan secara berulang kali yang menyebabkan gempa bumi. Diperkirakan volume dari samudra tersebut adalah sekitar 14 juta km2 atau mencapai volume dari Samudera Arktika.

Michael dan Jesse melihat terdapatnya wilayah yang berada di bawah Asia yang dapat meredam adanya gelombang seismik. Gelombang tersebut menepis dan membuat getaran yang semakin lama semakin turun. Ketika terjadi peningkatan dari aktivitas seismik, bumi akan mengalami banyak gempa bumi. Menurut Michael, aktivitas seismik yang terjadi di lempeng Pasifik meningkat dari tahun ke tahun dengan proses yang sangat panjang dan bahkan dapat mencapai tahunan. Laporan tersebut dipublikasikan oleh salah satu berita di Rusia. Untuk mendukungnya, ilmuwan menunjukkan tentang aktivitas gempa bumi yang besar yang terjadi di seluruh dunia.

Penelitian yang dilakukan mendapatkan data jika air sedikit memperlambat dari kecepatan gelombang yang ditimbulkan. Berdasarkan prediksi sebelumnya, suhu panas akan membuat air yang tersimpan di dalam batu akan menguap keluar jika lempengan dingin yang berasal dari dasar laut tersebut tenggelam dalam ribuan mil lapisan bumi.

Walaupun tampak pada, batuan dasar yang terdiri dari berbagai macam komposisi tersebut memiliki sekitar 15% air. Hal tersebut dikarenakan terdapatnya molekul air yang terjebak di dalam struktur mineral batu yang seperti tanah liat. Para peneliti yang masih melakukan penelitian pad samudra tersebut memperkirakan jika di atas dai kadar 0.1% dari batu tenggelam ke mantel bumi tersebut adalah air.

Baca Juga : Unik, Wanita Umur 50 Tahun Ini Operasi Agar Mirip dengan Anaknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cara dan Ragam © 2017 Frontier Theme